Materi Mendiagnosis pelek
David Sigalingging, S.Pd
3 min read
Mendiagnosis Pelek - Kali ini kita bahas pelek mobil yang merupakan salah satu komponen yang rawan terjadi kerusakan. Materi Mendiagnosis kerusakan kopling ini untuk siswa kelas XII TKR. Pada akhir semester genap ini siswa akan mengikuti pembelajaran mendiagnosis pelek sebagai penerapan pengetahuan. Materi ini tidak sulit, asalkan prasyarat materi sebelumnya, yaitu memilih, merawat ban dan pelek telah dituntaskan.
Prosedur mendiagnosis velg akan menghasilkan poin atau tabel kemungkinan penyebab kerusakan velg. Mendiagnosis velg dapat dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari menggunakan buku pedoman reparasi, cara kerja, pengalaman, ataupun mencari referensi dari internet.
Metode mendiagnosis kerusakan velg dapat saya bedakan menjadi dua metode, yaitu metode dari hulu ke hilir, dan metode dari hilir ke hulu. Metode dari hulu ke hilir dapat saya artikan sebagai proses mendiagnosis kerusakan velg yang dimulai dari gejala timbul yang kemudian diuraikan menjadi "titik" kerusakan (menentukan komponen rusak). Sementara metode dari hilir ke hulu dapat kami artikan sebagai proses mendiagnosis velg dimulai dari titik kerusakan atau velg rusak yang diubah menjadi gejala-gejala yang terjadi apa bila terjadi kerusakan velg.
Metode hilir ke hulu (komponen rusak)
Metode ini kita gunakan untuk membuat daftar gajala yang akan terjadi jika ada kerusakan pada velg. Jenis-jenis kerusakannya akan kami uraikan dibawah ini. Berikut 4 kerusakan dan cara perbaikan yang dapat terjadi pada pelek mobil.
1. Peang
Kerusakan Peang itu seperti penyok, biasanya sering terjadi di bagian bibir pelek yang di sebabkan oleh benturan keras pada roda atau roda menginjak lubang yang dalam dengan kecepatan tinggi. Kemunginan gejala yang terjadi tidak ada, hanya saja roda menjadi terlihat tidak sempurna, terutama pada bagian velg. Untuk mengembalikan kondisi bibir pelek yang peang dengan cara dipres serta dipanaskan lalu baru dikembalikan ke kondisi semula.
2. Retak
Masalah velg retak sebenarnya jarang terjadi, penyebab velg retak biasanya karena benturan keras dengan lubang atau polisi tidur dan juga bisa karena menabrak trotoar. Cara perbaikan pelek yang retak dapat menggunakan teknik "tambah daging". Namun, bagian yang dapat diperbaiki adalah retak pada bibir pelek sedang retak pada bagian badan dan lainnya tidak bisa diperbaiki. Retak pada bagian selain bibir pelek tidak disarankan untuk menggunakan teknik 'tambah daging' karena membahayakan dan juga tidak akan maksimal hasilnya.
3. Gompal atau Grepes
Kerusakan velg gompal atau grepes sering dialami oleh para pemilik mobil umumnya, biasanya terjadi karena gesekan dengan trotoar di jalan saat sedang berkendara. Cara perbaikan velg gompal atau grepes ini menggunakan teknik "tambah daging", yaitu bagian yang gompal tersebut ditambal dengan material yang sejenis. Biasanya bengkel reparasi velg menggunakan aluminium billet yang dipanaskan menggunakan api las sebagai "daging" untuk menambal bagian tersebut.
4. Pecah
Velg pecah merupakan jenis kerusakan pelek yang paling parah. Hal ini bisa terjadi apabila kendaraan tabrakan dengan kecelakaan skala berat atau dengan benturan yang keras. Velg yang pecah tidak dapat diperbaiki.
Metode Hulu ke Hilir
Ciri-ciri yang terjadi jika velg rusak akan kita gunakan sebagai metode hulu ke hilir dalam materi mendiagnosis velg. Berikut adalah ciri-ciri jika ada kerusakan pada velg mobil. Ciri-ciri velg rusak ini dapat kita kategorikan menjadi gejala, namun tidak sepenuhnya menjadi gejala.
- Ban selalu kempis. Ketika ban mobil kempis kemudian ditambah angin setelahnya, akan tetapi tidak lama dari itu kempis lagi. Maka, kejadian itu bisa menjadi gejala bahwa ada masalah pada ban mobil, salah satunya adalah masalah pada velg yang rusak pada bagian dalamnya.
- Pada ban tubeless, dicek dengan isi angin ternyata tidak ada kebocoran pada ban, maka itu dipastikan bahwa pelek ada yang mengalami retak atau bocor.
- Roda atau kemudi bergetar. Velg yang bermasalah akan membuat bergetar pada stering kemudi saat mobil berjalan. Ini karena angin yang terdapat pada ban berkurang. sehingga, kaki-kaki tidak bisa bergerak stabil, bahkan roda-roda menjadi tidak balance atau seimbang.
- Pelek tidak layak dipakai atau dalam kondisi yang rusak bisa menjadikan ban dalam mobil menjadi tipis dan bisa saja habis tergesek. Biasanya bentuk kiri dan kanan dari ban mobil akan terlihat perbedanya.
Berkomentar dengan bijak dan sesuai topik artikel.